Book

Review Buku: Second Chance Summer oleh Morgan Matson

id_gpu2016mth11kkcs_b

Karena memiliki kakak-adik yang hebat, Taylor Edwards tidak pernah merasa dirinya luar biasa. Orang mengenalnya cuma karena ia selalu kabur saat menghadapi masalah berat. Lalu ayahnya mendapat kabar sangat buruk, sehingga keluarga mereka memutuskan untuk berlibur bersama di rumah musim panas.

Taylor terakhir ke tempat itu ketika berusia dua belas tahun, dan sama sekali tidak berniat kembali ke sana. Di rumah dekat danau tersebut, ia harus menghadapi orang-orang yang dikiranya sudah ia lupakan, misalnya Lucy, mantan teman baiknya, dan Henry Crosby, pacar pertama, yang sekarang ternyata jadi jauh lebih imut. Maka tiba-tiba Taylor dikepung berbagai kenangan yang ingin dilupakannya–namun kali ini ia tak bisa kabur.

Seiring hari-hari di pantai dan malam-malam memandangi bintang, Taylor lalu sadar bahwa ia mendapat kesempatan kedua–bersama para sahabat, keluarga, bahkan mungkin cinta.

Namun ia tahu bahwa begitu musim panas berlalu, tak mungkin ia bisa mendapatkan kembali apa yang hilang.

Second Chance Summer mengisahkan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dilakukan bertahun-tahun lalu. Taylor tidak pernah mengira bahwa dia akan terjebak di rumah musim panas keluarganya dan bertemu kembali dengan orang-orang yang berusaha dia lupakan, sahabatnya dan mantan pacar pertamanya. Tapi novel ini tidak hanya mengisahkan tentang usaha Taylor berbaikan dengan teman-teman lamanya, tapi juga kesempatan terakhirnya untuk menghabiskan waktu bersama ayahnya sebelum kanker merenggut ayahnya.

Novel ini meramu dengan baik romansa, persahabatan, dan keluarga. Perkembangan karakter Taylor tidak terjadi secara instan dan pembaca dibawa menebak-nebak kesalahan apa yang dilakukan Taylor di masa lalu pada teman-temannya. Karakter-karakter pendukung lainnya, seperti kakak dan adik Taylor, membawa lebih banyak dimensi pada cerita. Tidak hanya menjadi pemanis dalam cerita, kakak dan adik Taylor ikut memainkan peran dalam memberikan musim panas terbaik dan mungkin terakhir untuk ayah mereka.

Novel tentang kanker selalu menyentuh hati, tetapi Second Chance Summer berbeda dari fiksi lainnya karena novel ini mengisahkan kanker dari sudut pandang keluarga penderita. Bersama-sama Taylor, kita menyaksikan ayah Taylor perlahan-lahan semakin melemah. Rasa takut dan kepanikan yang dialami Taylor juga terasa sangat relevan bagi saya. Apakah kita sebenarnya mengenal keluarga kita sebaik yang kita kira? Seberapa sering kita bilang sayang kepada keluarga?

Second Chance Summer adalah novel ketiga yang saya baca dari Morgan Matson, dan sejauh ini, novel ini adalah favorit saya dari sang pengarang. Khas Morgan Matson, alur plot sangat rapi, agak mudah ditebak, dan mengalir dengan lambat, tetapi alur lambat bukan menjadi masalah karena terasa lebih realistis untuk novel kontemporer. Novel ini sangat saya rekomendasikan untuk pembaca yang mencari fiksi tentang persahabatan, romansa, dan keluarga serta tidak masalah dengan tema sedih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s